21 February, 2013

Inspirasi 360 derajat

(catatan Kelas Inspirasi 2, 20 February 2013 – SDN Ancol 03 Pagi, Jakarta)


…..
Datangi mereka dengan hati dan sepenuh hati. Izinkan mereka terpana, ajak mereka bermimpi, lepaskan imajinasi itu melangit, biarkan mata mereka berbinar melihat Anda dan mendengar cerita Anda.
 
Ya, secara fisik Anda cuma beberapa jam di sekolah itu, tetapi inspirasi yang Anda tanamkan bisa hidup amat lama, bisa tumbuh amat kuat. Anda datang dengan hati, dan merekapun akan menerima Anda dengan hati. Kehadiran dengan hati itu sungguh dahsyat efeknya. Anda bisa menginspirasi mereka, yang efeknya amat panjang. Biarkan cerita Anda, wajah Anda, ketulusan Anda dan semangat Anda jadi bagian dari narasi mimpi mereka.
…..
 
Itu adalah penggalan dari surat yang dikirimkan Bpk Anies Baswedan kepada kami, para professional yang berpartisipasi di Kelas Inspirasi, 1 hari sebelum Hari Inspirasi tiba. Penggalan surat, yang sukses membuat saya mewek di depan komputer. Dan penggalan surat ini juga yang saya jadikan bekal.
 
Datangi dengan hati, dan sepenuh hati. This sentence got me.
 
Pengalaman Kelas Inspirasi terlalu berharga untuk didiamkan tanpa diceritakan (dan saya yakin ini juga dirasakan oleh partisipan lain). Terlalu banyak pelajaran dan inspirasi yang saya dapat bahkan sejak saya bertemu pertama kali dengan teman-teman sekelompok saya saat briefing tanggal 9 February, saat kami bersama-sama survey sekolah dan ngobrol dengan para guru tanggal 16 February, dan lebih-lebih saat kami terjun turun tangan mengajar, bercerita tentang profesi kami.
 
Saat briefing, saya pertama kali mengenal 12 teman baru yang memiliki profesi dan latar belakang beragam. Trainer, Geologist, Engineer, Travel Writer, Corporate Finance, Account Manager, Production Planner, Statistician, Entrepreneur, Dokter, dan lain-lain. Itu saja sudah member pencerahan buat saya, yang selama 12 tahun lebih sudah berenang sebagai praktisi sumber daya manusia.
 
Saya teringat betapa saya tidak bisa melepaskan pandangan dari video tentang Kelas Inspirasi, melihat betapa optimisnya anak-anak dengan lantang menceritakan cita-cita mereka. Masih ingat rasanya saya menahan haru dengan sengaja mencubit diri sendiri saat saya dan lebih dari 500 relawan dan panitia lain menyanyikan Indonesia Raya bersama. Saya malu kalau ketahuan cengengnya karena menangis saat menyanyikan lagu ini. Saat bertemu dengan ibu Titin, perwakilan kelapa sekolah SDN Ancol 03 pagi, saya sudah mulai malu karena mendengar cerita betapa para guru sudah mengabdikan dirinya untuk anak bangsa, sementara saya pagi harinya complain karena pelayanan konsumen yang buruk saat makan siang 
 
Berdua belas, kami survey ke sekolah untuk mendapatkan gambaran tentang suasana sekolah dan lingkungan sekitar. Tidak lebih dari 2 jam kami di sana. Pada saat survey pun saya lebih banyak ngobrol dengan para guru. Mendengar cerita mereka yang dengan penuh sayang menggambarkan tingkah anak-anak sekolah dan kehidupan mereka. Terhenyak saya mendengar betapa anak-anak ini tumbuh di lingkungan yang secara kasat mata tidak kondusif untuk tumbuh dengan gembira. Menurut salah satu guru, anak-anak sudah terbiasa melihat berbagai tindak kriminal. You name it.
 
Anak-anak juga punya pemahaman bahwa kehidupan mereka akan sama terus, sesuai dengan lingkungan mereka. Menjadi Masinis Kereta Api adalah cita-cita paling ambisius mereka, mengingat mereka tinggal berdekatan dengan stasiun Kota.
 
Ironisnya, dengan lingkungan seperti itu, mereka sangat fasih dengan teknologi. Internet, gadget, adalah hal biasa yang menjadi fokus mereka sepulang sekolah, selain main bola, main karet, dan mengojek payung saat hujan tiba. Saya terbayang, bagaimana efek akses informasi yang luas melalui internet, di tengah lingkungan seperti itu. Saya tidak bisa terhindar dari membentuk suatu asumsi dan hipotesa bahwa saya akan bertemu dengan anak-anak yang sulit, nakal, dan lain-lain. Hal yang terbukti salah saat saya berinteraksi dengan mereka saat Hari Inspirasi.
 
Saya punya waktu 3 hari sejak survey untuk membuat rencana dan strategi pengajaran. Terbiasa dalam lingkungan kerja yang serba cepat tapi kurang berlatih mencicil pekerjaan, saya terbentuk menjadi orang yang pressure-prompted. Akan lancar membuat sesuatu saat sudah di saat terakhir. Alhasil, saya baru intensif membuat saat hari Selasa, tepat 1 hari sebelum Hari Inspirasi. Berbekal 2 hand puppet yang saya beli bertahun lalu di Taman Safari, saya membuat sebuah rencana pengajaran yang…sangat apa adanya. Gak ada keren-kerennya. Pada akhirnya saya berprinsip, “sudahlah, rock and roll saja di sana”
 
Itu sebelum saya membaca surat dari mas Anies. Begitu selesai membaca (12 jam sebelum Hari Inspirasi), rasa panik langsung memenuhi kepala saya. Beruntung saya punya teman-teman yang sangat suportif dan memberikan masukan tentang apa yang bisa saya lakukan.

Hari Inspirasi
 
Saya sudah bangun sejak jam 3.30 pagi. Bersiap-siap bukan hanya karena excited, tapi juga karena saya tidak bisa tidur nyenyak. Ketika saya pada akhirnya berangkat tepat pukul 5 pagi menuju lokasi, saya selalu mengingat kata-kata di surat dari mas Anies di atas, juga bahwa saya berpegang pada niat baik dan usaha kecil saya yang tidak seberapa itu. Bismillaahirrahmaanirrahiim…
 
Saya mengajar di 5 kelas: kelas 5, kelas 1, kelas 4, kelas 3 dan kelas 6. Berikut pengalaman saya di tiap kelas.
 
Kelas 5
Kelas yang tidak terlalu besar, dimana beberapa orang di antaranya ternyata harus mengikuti lomba science di SD lain. Sebagai kelas pertama, saya pikir saya akan paling “on fire”. Ternyata, di kelas ini justru saya paling payah. Dari 30 menit waktu yang dialokasikan, saya selesai bercerita di…menit ke 7! Itu sudah termasuk nyanyi-nyanyi, tepuk-tepuk tanga, ice breaking, dan sebagainya. Makin ciut karena saat ditawarkan untuk bertanya tidak ada satupun anak yang mengangkat tangannya. Yak..”awkward moment ini dipersembahkan oleh…” langsung terjadi. Saya tidak punya bahan lain untuk diceritakan. Saya tidak punya lelucon untuk disampaikan. Saya tidak punya permainan untuk dilakukan. Mau main hand puppet? Ini anak kelas 5! Mana mereka peduli dengan hand puppet bulu2?? Akhirnya, gak ada pilihan lain:

Saya: Yuk, sekarang ambil kertas dan alat tulis
Anak: Mau ngapain bu kita?
Saya: Sekarang kalian gambar. Gambarkan cita-cita kalian nanti (ya. Saya tahu. Ini standar banget. Ya gimana donk, udah habis ide)

Mereka menggambar. Selama 10 menit saya beredar di kelas melayani teriakan anak-anak “ibu saya mau jadi dokter, gambarnya mesti gimana?” atau “ibu, kalau saya mau jadi pemain bola, berarti gambar gawang ya?” yang lebih edan lagi ada yang begini “ibu, saya mau jadi tentara, tapi cuma bisa gambar helmnya aja. Ibu gambarin orangnya ya” (lah, saya saja gak bisa gambar. Bisa makin tidak terinspirasi kalau saya ikut menggambar :) )
 
30 menit selesai tanpa huru hara lebih lanjut setelah saya berhasil melewatinya dengan meminta mereka menceritakan gambarnya.
 
Kelas 1
Hohoho…jangan pikir bahwa kelas 1 ini paling gampang karena paling kecil. Di sini saya melihat bisa saja ada anak tahu-tahu menangis karena tidak diajak ikut bekerja di kelompok. Atau karena…topinya diambil. Tahu-tahu ada 2 anak yang dorong-dorongan. Phew…kerja keras ini.

Strategi saya ubah. Lupakan teaching plan. Lupakan teori. Yang penting bagaimana bisa buat mereka duduk tenang dan memperhatikan saya. Hand puppets become the hero! 
 
Koko (boneka koala) dan Caca (boneka Macan Putih, yang mana begitu saya menyebut nama Caca, anak-anak langsung gempar menyanyikan lagu Caca Marica hei Hei itu! hahahaha) menjadi perantara saya mengambil hati mereka. Saya loncat, saya bersuara seperti pendongeng (yang kalau dipikir, kok bisa ya suara saya seperti itu) untuk memberikan pesan-pesan semangat buat mereka.

To cut the long story short: I had a blast with this class!! Yeay!
 
Kelas 4
Kelas yang paling manis yang saya masuki. Mereka responsive, semangat, dan…they were just lovely! Saya ingat salah satu anak bercerita dengan lantang bahwa dia ingin menjadi seorang Designer. Dia sudah tahu bahwa dia akan beli bahan di tanah abang, lalu beli pita, mesin jahit, lalu bikin banyak pameran dan show karena mau terkenal. Saya tidak tahan untuk peluk dia dan bilang: Kamu bisa wujudkan itu!!
 
Kelas 3
Kelas ini…well, tidak ada hal lain yang bisa saya gambarkan selain…saya terintimdasi! Hahahaha. Kelas ini sangat aktif tapi di sisi lain seperti mau menilai kita. Dengan cueknya mereka membaca majalah saat saya bicara di depan, sehingga pelan2 saya minta untuk majalah disimpan dulu. Cuma nyengir, dia menutup majalahnya (phew!)

Walaupun merasa terintimasi, justru di kelas ini saya paling ingat saat ada salah 1 anak yang lagi2 dengan mantap bilang bahwa kalau sudah besar dia mau jadi direktur. Saat saya Tanya kenapa dia mau jadi direktur, dia bilang: supaya bisa pergi naik haji sama ayah – ibu. Duh…kalau tidak ingat bahwa saya harus stabil secara emosi, bisa-bisa saya mewek juga di situ :”))

Ada lagi anak yang duduk paling belakang, dia dari awal sudah menunjukkan sikap “gue gak takut sama lo walaupun lo guru”. Saya ajak dia maju, dan saya tanya apa cita-citanya. Dia bilang mau jadi pemain bulu tangkis dan koki (sebelumnya saya juga dengar dia bilang ke temannya, bahwa dia mau jadi koki). Alasannya? “Mau seperti ayah-ibu! Ayah pemain bulu tangkis, ibu saya koki. Masakannya enak”. Duh naaaak….halus hatinya kamu :")
 
Kelas 6
Sebagai kelas nyaris ABG, hand puppet sudah jelas masuk kotak. Akhirnya strategi saya ubah. Saya lakukan bermain peran dan meminta mereka menuliskan cita-cita mereka di kartu yang sudah kami sediakan.
 
Di sesi terakhir, anak-anak mengangkat tinggi-tinggi kartu cita-cita mereka, yang kami harapkan bisa sebagai bekal awal mereka.
 
Hari ini, sehari setelah Hari inspirasi, saya berpikir bahwa sayalah yang terinspirasi. Terinspirasi dari semangat anak-anak dan keberanian para guru berbuat langsung bagi para muridnya. Buat saya, para guru inilah para Superhero yang sebenarnya. Saya? Gak ada apa-apanya dibanding mereka. Saya terinspirasi dari teman-teman sekelompok saya, dari mas Anies, dan Arum, sang Fasilitator handal untuk kelompok saya. Kepala saya mengepul karena overloaded. Dada saya sesak karena terlalu sering terperangah menyaksikan mereka.

Saya terinspirasi dari segala arah.

Dari 360 derajat.
 
 
Ps. Berikut adalah sebagian dari banyak komentar lucu yang sempat terekam, baik oleh saya maupun oleh teman-teman sekelompok saya. Pasti akan jadi mood booster saya sekarang sampai nanti 
  • (berpakaian overall merah, seragam engineer sebuah perusahaan minyak): Ayo, tebak profesi Bapak / Pemadam kebakaran pak! / Tukang bengkel pak! / Tukang sapu!
  • (serombongan anak2 memenuhi depan pintu ruang guru): Pak Andikaaa…sini donk, minta tanda tangan (Andika sang Engineer menjadi idola sehari)
  • (Masih Engineer yang sama): Bapak sekolahnya di ITB / Aduh, dimana itu? Gak tau ITB, taunya ITC --> ini salah satu favorit saya
  • Pak, kalo lagi tugas di laut, suka kangen mama ngak? (tanya anak kepada Engineer yang sama):
  • (Dokter): saya dulu lahir di Papua / Wah, dulu Ibu item donk, kok sekarang bisa putih
  • (tulisan di kartu cita-cita): Saya mau jadi Angkot Manager / Beneran angkot Manager?? / Iya buu…kayak bu Vanya../ Ooooh…bu Vanya itu Account Manager
  • (di kelas saya): Kalau Kipper harus jago apa? / Jago jaga gawang bu! / Bener / Tapi gawang sendiri ya bu, jangan gawang orang lain (lalu nyengir) 

24 February, 2011

The Judgement Day


“Don’t hold your grudge, it will consume you”..
“Memaafkan itu jauh lebih baik..”
“Tidak ada untungnya marah sama orang..”

Begitulah tema nasehat yang sering saya dengar 2 tahun terakhir ini. You know all the story, it’s not pretty.

Before you create your perception about me, let me make myself clear: holding grudge is not my hobby :)


Tapi bahwa saya suka fatalistik kalau tidak suka sama orang…yes, I’m guilty :D
Contohnya, saya pernah tiba-tiba mual di sebuah mal saat melihat salah satu orang terkenal yang saya tidak suka lahir batin karena perilakunya. Saat itu badan saya rasanya panas, perut mual, dan segala bentuk biofeedback lah kira-kira. Saya juga pernah memilih melipir pergi daripada ketemu orang yang pernah menzalimi saya. “Daripada saya menunjukkan muka cemberut skala 9 (skala 1-10)”, begitu kira-kira rasionalisasinya.

Ada satu hal yang (agak) mengubah saya. Bukan…bukan untuk menjadi menyukai mereka..tapi saya sekarang lebih mikir kalau mau benci lahir batin sama seseorang.

Begini ceritanya:
Keluarga saya saat ini sedang punya proyek keluarga kecil-kecilan. Tidak usah diceritain, lah, proyeknya apa. Nah…dalam sebuah percakapan omsisi (omongan sia-sia, maksudnya ngobrol ngalor ngidul – red) salah satu dari kami tiba-tiba bilang, “ …nanti kan kita ketemu lagi di Padang Mahsyar”, yang mana diamini oleh semua yang mendengar.

Ok. Pada saat itu saya tidak terpikir apapun. Tapi selang berhari-hari kemudian, saya teringat dengan peristiwa itu. Logika bodoh saya berkata, “wah…pasti senang ya bisa berkumpul dengan seluruh keluarga tercinta saat sang Khalik mengumpulkan makhlukNya”. Walaupun belum pasti tepat bayangan saya, tapi saya bisa mengkhayalkan gambaran perasaan bahagianya berkumpul dengan keluarga, seperti yang sudah dijanjikanNya di Al-quran.

Dengan pemahaman agama yang belum ada seujung kuku, logika bodoh ini berkata lagi:
“Tunggu dulu! Apa yang akan terjadi di sana bukannya berarti kamu bisa enak-enakan kumpul sambil minum kopi. Di sana Sang Maha Adil juga akan memfinalisasi segala unfinished business kamu dengan siapapun. Tidak ada yang akan ketinggalan untuk ditentukan hukum berdasarkan keadilanNya. Itu berarti, bukan tidak mungkin, salah atau benar, kamu akan berhadapan (lagi) dengan orang-orang yang pernah kamu sakiti atau menyakiti kamu. Kamu benci atau membenci kamu”.

Hmm.. saya tidak akan bisa kirim request lewat sms kepada Sang Adil untuk diskip saja sesi pengadilan sama orang-orang tertentu itu ya...?

*tepok jidat*

“Jadi, apakah saya mau untuk ketemu lagi dengan pihak-pihak tersebut?”

Saya menggeleng.

Saya tidak mau bertemu dengan orang-orang yang saya benci apalagi pernah menyakiti saya. Dan lebih-lebih saya berdoa bahwa saya tidak akan pernah diadili karena saya pernah zalim pada pihak lain (amiin, ya Allah…)

So…?

Nasehat bahwa Allah akan mengubah nasib hambaNya kalau hambaNya mau mengubah nasib mungkin bisa diimplementasi di sini. Kalau saya tidak mau mengalami hal di atas, saya punya pilihan untuk:
  • Berusaha dengan kuat untuk tidak zalim pada orang lain
  • Memutus urusan dan tidak menyimpan unfinished business (baca: dendam, amarah, uneg-uneg, dll).

Or else, selamat deg-degan atau bete.

Mungkin, kalau saya marah, saya coba bilang dalam hati: “I don’t want to see you at padang Mahsyar”

Mudah-mudahan bisa. Amin…

Disclaimer: pengetahuan saya tentang agama sangatlah cetek. Saya mohon ampun pada Allah SWT kalau pemahaman ini tidak tepat. Allah itu baik, saya yakin kalau pemahaman ini salah, Dia akan mengingatkan saya terhadap yang benar. Amiin..YRA..

A place called Adulthood

Menjadi dewasa ternyata butuh effort yang menggila... butuh EKSTRA kesabaran, butuh EKSTRA pertimbangan....semuanya serba EKSTRA. No more impulsiveness!

Adulthood, ketika kita belum memasukinya, sepertinya tempat ini adalah sebuah tempat penuh hiasan indah, eksklusif, dengan berbagai fasilitasnya, dan hanya boleh dimasuki oleh orang2 tertentu. Dulu kita begitu semangat dan ingin sekali bisa dianggap layak untuk masuk ke tempat ini. Ibarat anak ABG yang pengen diaku dewasa untuk masuk diskotek oleh Bouncer berbadan tegap dan muka seram.

Nyatanya, menjadi dewasa tidak seistimewa yang dibayangkan. Hidup jauh lebih tenang dan menyenangkan ketika kita belum memasuki 'area' ini.

Tapi, meminjam judul sebuah email, kesempurnaan tidak akan mengajarkan kita apa2.

10 November, 2009

This Too Shall Pass

I achieved so much in life
But I’m an amateur in love
My bank account is doing just fine
But my emotions are bankrupt

My body is nice and strong
But my heart is in a million pieces
When the sun is shining so am I
But when the night falls so does my tears

Sometimes the beatings so loud in my heart
That I can barely tell our voices apart
Sometimes the fear is so loud in my head
That I can barely hear what God says

Then I hear a whisper that this too shall pass
I hear the angel’s whisper that this too shall pass
My ancestors whisper that this day one day will be the past
So I walk in faith that this too shall pass

The one that loved me the most
Turned around and hurt me the worse
I’m doing my best to move on
But the pain just keeps singing me songs

My head and my heart are at war
Cause love ain't happening the way I wanted
Feel like I’m about to break down
Can’t hear the light at the end of the tunnel

So I pray for healing in my heart
To be put back together what is torn apart
And I pray for quiet in my head
That I can hear clearly what God says

Then I hear the whisper that this too shall pass
I hear the Angels whisper that this too shall pass
My ancestors whisper that this day will one day be the past
So I walk in faith that this too shall pass

All of sudden I realize
That it only hurts worse to fight it
So I embrace my shadow
And hold on to the morning light

This Too Shall Pass....

I hear the angels whisper, that trouble don't have to last always
I hear the angels whisper, even the day after tomorrow will one day be yesterday.
I hear my angels whisper.
I hear my angels whisper.

This too shall pass.

- India Arie, 2006 -

04 November, 2008

Jogja (day 2)

Let's continue our journey...

24 October


As we arrived to Jogja on 3.30 am, we went directly to hotel, got pushed by the committee to some rooms for shower and rest (hehehe...it's very fun!!!).. had shower on 4 am in the morning, with warm water...hhh...what a nice life. While waiting the others had their turns, I crashed in the sofa on the corner...slept (or dead???) like a bear hybernating. IDL, my buddy AND my roommate during HK trip and Jogja felt necessary to shout a little to wake me up. hahahaha....

First trip: Keraton...we had our first photo session in here. hahaha...IT WAS FUN!!!










After Keraton and lunch, we went to the most awaited place to visit: Malioboro!! We're ready to spend our fortune!!! hehehehe...In Mirota, we, I in particular, practically made our selves broke :((
As I stepped out the store, the heat strucked me, and my 'nyai2' illness (a.k.a masuk angin) got worse. I immediately went back to the hotel, then tried to minimise the pain by having massage. It was nice, but the accumulation of stress and pain (let's face it, i'm not young as back then..I can't push myself that hard again) made my headache even worse. So.. I decided to go to my friend's room whose a medicine (pain killer, i supposed? hahaha)...
Romantic part 1: I was surrounded by nice people!!! really nice people!!! YYH, IDL and DS helped me got through my pain in my head. YYH provided me with the medicine, DS provided me with the 'orang pintar' medicine (the one which Agnes Monica stars the commercial :p), IDL made me a very delicious Wedang Jahe. huhuhu....i was overwhelmed :(( - after bombing my body with the those things, I fell asleep...zzzz.........
And suddenly i woke up and...FELT MUCH BETTER!!! Yeay!!!! Thanks, Gals!!!
Dinner...nothing special, I suppose - besides that the restaurant was located in KotaGede, in the same location as a silver jewelry store. I don't have to tell you the rest (about how I went around the store for almost 1 hour, almost missed the dinner, and ended up buying....ONLY A PAIR OF EARINGS???!!!). AAANYWAY......after dinner we came back to the hotel, decided to crashed in to bed early (for early morning noble plan - watching sunrise @ Borobudur temple - initiated by SS).
Day 2 is over. I'm tired. Let's continue...the soonest I got the mood to write :))


03 November, 2008

Merinding

Gw lagi antri di dokter. Lama...pasien banyak, dokter mulainya telat, gw dapet nomor belakangan. Jadilah gw nunggu...

Pemandangan depan gw saat ini membuat gw merinding....bukan merinding takut...gak jelas definisinya....tp yg jelas gw merinding...

Ada sepasang suami istri...mungkin sekitar umur 60-70an. Sang istri di kursi roda, make kerudung, kurus. Suami diiringi 2 anak (usia remaja - dewasa lah) dan 1 suster mendorong kursi roda, dan menemani nunggu dokter yg entah apakah sama dg dokter gw atau gak...

Sepertinya sang istri menderita suatu rasa sakit yang konsisten ada. Dengan usianya, dia berusaha menahan rasa sakit tp sesekali terdgr keluhan yg gak jelas darinya. Sesekali tampak dia tidak tahan dengan sakitnya shg keluhannya terdengar lebih keras dan hampir menangis.

Dan...

Yang dilakukan suaminya adalah diam, meletakkan tangan di bahu sang istri, showing his support. Dia tidak bisa menghilangkan rasa sakit itu, literally. Dia tidak bisa menyembuhkan, literally...tapi dia ada di sana... Providing this huge support. Without complaining....

That's what makes me having these goosebumps....
Powered by Telkomsel BlackBerry®

29 October, 2008

Jogja, 23-26 Oct 08 (day 1)

I love my weekend @ Jogja!!! It was fun, hillarious, slightly creative, slightly romantic (he???!!!)

Here's how the story goes....

23 Oct 08
- I started the day with some excessive adrenaline in my body. The excitement of the upcoming trip plus this big presentation I had to make in front of 150 managers and partners in the afternoon made me act like a loose canon. I couldn't concentrate on a single task!!! I kept looking at my cue cards, counting the hours...
- 10.00: time for presentation rehearsal. The person who coached me gave me very supporting feedback, valuable input. And still...I had this excessive hormone called Adrenaline. As usual, I acted instinctively to channel this energy and to release my excitement AND nervous feeling, by......JUMPING IN A PARTNER'S ROOM!!! Hahaha...it's was so funny seeing his face, wondering what the hell I was doing. "It's not an olympic", he said... :))
- after rehearsal, while I was still having ADHD syndrome, I had this short meeting with my career coaches. They saw this 'panic disorder' in my eyes, and kindly they supported me!! Hiks...they're sooo nice....
- Lunch time...couldn't swallow anything except fast food. Time is running out!!! It's 2 hours before the presentation!
- 2.00 pm: I was seated at table no. 13...tried to give full attention to the speeches and movies...took notes....and my heart started to beat faster...and faster....and faster...as the time to my and my friend's presentation was coming...
- coffee break: no way that we could chat around, enjoying the snacks! We went to the back of the screen, rehearsing. Suddenly I couldn't breath! I felt this urge to do what I had always done in my younger days (yeah right, I'm old..) before singing with the choir. Slowly, I walked to the back of the room, tried to find some space to do.....vocalizing!!!! Haahahahaha....I was going to do presentation, and I felt like it's a show!!! What a 'bantam' I was!!! :)) -- anyway, I couldn't do that, Person No. 1 called me, and (again, I was surrounded by nice people) took me to the stage, let me familiarizing with the tools, mike, the stage. He even arranged some introduction scenario!!! What a great guy.
- everyone came into the room. Person No. 1 introduced us, and let the show began....Alhamdulillah.... To cut the long story short, it went well.....
- To Gambir, using taxi with the other 4....
- let's go to jogja!!!! Enjoy the bumpy ride :))

*to be continued*

Powered by Telkomsel BlackBerry®

28 September, 2008

Quotes # 2 (Brida, by Paulo Coleho)

... Because of our selfishness, we will be condemned to the worst torture humankind ever invented for itself:


loneliness.





Powered by Telkomsel BlackBerry®

24 September, 2008

Quotes from Brida (by Paulo Coelho)

Setelah bolak balik ngeliat di toko buku...setelah beberapa kali bimbang...akhirnya kemarin gue membelinya. Brida - the Novel by Paulo Coelho.

As I read the back cover, I was strucked by this paragraph:


"But how will I know who my Soulmate is?"
"By taking risks," Wicca said to Brida.
"By risking failure, disappointment, disillusion, but never ceasing in your search of love. As long as you keep looking, you will triumph in the end"
Phew....that is so bloody true!!!
  • Failure - checked
  • Disappointment - checked
  • Disillusion - checked
  • Keep looking - triple checked
  • Triumph in the end - in progress.............?????

hahahahahahahaha.....Paulo, Paulo...bisa aja... :))

06 August, 2008

My Stupid Idealism...

Secara fatalistik, hari ini gue memutuskan untuk menarik dukungan gue terhadap seorang calon pemimpin. Semua hanya karena informasi yang gue dapat dari sebuah sumber bacaan tepercaya mengenai dia, yang menunjukkan bahwa dia tidak membawa sebuah perubahan. Dia mungkin 'percaya akan perubahan', tapi dia kemungkinan besar tidak akan membuatnya.

Hal-hal fatalistik, all or nothing seperti ini gue sadari cukup sering gue yakini dan gue lakukan. Teman-teman terdekat gue sudah sadar, bahwa adalah suatu hal yang sia-sia untuk mengajak gue duduk-duduk sambil minum kopi di sebuah merek kedai kopi yang ada dimana-mana itu...; atau untuk membuat gue subscribe ke sebuah operator telekomunikasi yang banting harga (mudah2an bukan harga diri) nya gila-gilaan. Mereka juga mengerti ketika gue pernah nolak kerjaan bagus di sebuah perusahaan manufacturing yang memproduksi racun nikotin. Gue akan dengan santai bilang: "I don't consume them...I'm boycotting their products..." Semua karena sebuah informasi atau fakta yang membuat gue dengan yakin bisa bilang 'nggak' ke mereka..apapun itu. Hmm...kenapa sih? Apa sih yang membuat gue punya sikap seperti itu? If you claim that you're my friend, then you should have already known the reasons... :))

Untuk sikap gue di atas, gue pernah diketawain sejadi-jadinya oleh beberapa orang. Ada yang bilang: "Eh, gak ngaruh kalo mereka kehilangan konsumen satu kayak lo doang. Masih banyak jutaan lain yang akan beli produk mereka".. atau yang ini: "Emang lo kira dengan begitu lo bisa mengubah keadaan?".. atau yang lebih menohok lagi: "Lo gila ya, coba lo bayangin kalo semua orang kayak lo..lo udah bikin ribuan orang jadi pengangguran..lo egois!" ...yah, mungkin gak verbatim begitu kata mereka, tapi kira-kira begitulah.. yang lucu ini: "Ih...lo tuh mikirnya lama, bikin keputusan lama, jadinya begini deh...aneh2" Ada juga yang menyetujui pola pikir gue: "Iya sih...tapi gimana donk, gue sih nyari yang murah".

Hmmm...mereka gak salah..mereka semua punya kebenaran masing-masing.
Benar bahwa gue gak akan bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik. Apa sih artinya kehilangan 1 konsumen? Mereka gak akan rugi... tapiiii...gue belajar dari orang-orang berikut:

  1. Rasulullah SAW: Lewat Haditsnya, gue belajar bahwa kalo lo mau buat perubahan, lo gak harus langsung bikin yang langsung dampaknya. Kalo lo gak bisa ubah keadaan saat itu, minimal lo harus niatkan...itu interpretasi gue. Sori, gue lupa detail kata-kata Haditsnya..takut salah.
  2. Gandhi: Ketika dia melancarkan protes, dia gak melakukannya dengan anarki...dia melakukannya dengan tenang, diam. (Cool, right?!!)
  3. Aa Gym dan Michael Jackson (lho, ngapain orang yang terakhir ini di sini???) Ingat lagunya "Man in The Mirror"? Naaah...itu sebabnya Michael Jackson ada di tulisan ini :)). Mirip dengan nomor 1, operasionalnya adalah sebagai berikut kira-kira: Kalau lo mau mengubah sesuatu, lo mulai dari yang simpel, dan terapkan sama diri sendiri, gak usah ajak-ajak orang lain. Gue gak ngajak-ngajak orang untuk bersikap sama dengan gue. Emang, kalo ditanya kenapa, gue akan bilang alasannya. Tapi gue gak ngelarang mereka untuk tetap mengkonsumsinya.. Gue tetap respek terhadap para konsumen produk-produk itu (yah...masalah respek nggak nya gue sama orang akan beda lagi ceritanya).

Jadi, yang gue lakukan adalah bentuk protes gue terhadap pihak-pihak di atas. I don't make open war with them...since i'm not seeking for win-lose situation. Gue cuma yakin pada idealisme gue. Dan kebetulan idealisme gue emang suka aneh2. Tapi, apa artinya jadi orang merdeka kalo kita gak bisa punya idealisme sendiri? Selama gak melanggar agama gue dan gak ngerugiin orang lain, tentunya...

Hihihi...jadi ingat kata2 seorang teman yang ikut menyetujui sikap gue ini: "idealisme itu individual sifatnya. Jadi tidak seharusnya konformis...hahaha...idealisme kok konformis"

20 February, 2008

Uncle Ben was Right

It was like a gift!
I was so excited!
I got what I wanted!
I could not wait the moment that I really got it!

Yeay!!! Hurray!!! Yippiiiii!!!





----------AND the euforia is over----------

I am doing tons and tons of things...
I nearly never got a chance to write on my own blog!
I rarely met my friends and family...most of the time I ended up disappointing them...many cancellations I have made since then :(
My brain is working on those strategics, even when I sleep (hahaha...very much exaggerating...)

Well, I get what I want: something to push me to the limit.

As a matter of fact, I think Uncle Ben was right when he said, "With great power there must also always be great responsibility" (taken from Spider-Man, 2002)

*contemplation in the middle of a cold, gloomy, rainy night* - pkp080220

19 October, 2007

wish i could ....


Haduuuuh............pengen main ke lauuuuuuuuuut!!!!!!

19 January, 2007

12 - 14 Januari 2007

Minggu lalu, gue melewatkan akhir pekan yang menurut pendapat gue adalah salah satu akhir pekan terbaik. Dimulai dari sebuah sms sekitar 1 bulan yang lalu, yang berisi niat Ann untuk 'kabur' dari Jakarta tepat saat ulang tahunnya. Sms itu gue bales dengan: "Mau kemana lo? IKuuuuut!"...long story short, kami memutuskan untuk pergi ke tempat yang dekat...Sentul...hehehhe

Niat cuti tanggal 12 agak terkompromisasi (adakah kata ini di kamus bahasa Indonesia??) karena gue harus meeting dulu dengan bos pagi hari itu.. Dengan sedikit 'ancaman' harus on time, setelah meeting sekitar jam setengah 11 gue 'kabur' ke rumah Ann. Sampe sana...bahkan Ann belum selesai packing. Ok dehh...leyeh-leyeh tanpa arah sambil menunggu dia selesai packing :) . Sekitar jam 12, setelah ini-itu, kami berangkat.

Dan sebuah perjalanan menyenangkan pun dimulai...

Tepat pukul 13.00 kami sampai di Desa Gumati - Sentul (DM). Berbekal informasi dari Mbak Dith, sang marketing, gue dan Ann sampai dengan selamat. Untuk dicatat: Dalam perjalanan ke DM ada sebuah villa yang keren banget kayak di film! pengen foto, tapi gagal :))

Setelah check in, kami memulai kesenangan perjalanan tanpa itinerary yang jelas ini dengan makan siang di Rindu Alam (Menurut pendapat gue, hanya orang gak punya selera yang ogah makan di Rindu Alam. Sejak kecil, jaman jalan ke Bandung cuma enak lewat Puncak, gue selalu berdoa sepenuh hati supaya nyokap bokap tergerak hatinya untuk singgah di tempat ini). Berhubung hari panas, dengan PDnya gak bawa jaket. Kami lupa bahwa di atas gunung itu anginnya gede :D akhirnya...akibat kedinginan, kami makan dengan semangat. Menu sate ayam (10 tusuk), 2 sop kambing dan 1 potong babat goreng nyaris habis tak bersisa. Bahkan...nasi putih yang TADINYA kita bilang kebanyakan pun habis...hahahaha :))

Oh iya...ketika naro barang di kamar hotel, kami sempat mereview menu DM. Kenapa info ini perlu disampaikan? Karena ada relevansinya dengan niat kami makan pisang bakar dan pisang goreng sambil duduk-duduk di saung DM yang terletak di pinggir danaunya. Niat ini kami cetuskan saat....beranjak dari Rindu Alam. Bahkan baru saat Ann memundurkan mobilnya dari parkiran. Hahahahahaha... sumpah! rusak semua hasil pijet refleksi, diet dan work out gue!!! :))

Karena udah sore, dan terbirit-birit mengejar shalat Ashar (maklum, gaya pengen shalat di mesjid Puncak tapi karena kekenyangan lupa), rencana hang out di saung gak jadi. Tapi bukan berarti makan pisang bakar dan gorengnya batal :p . Ini tetap dilakukan, sambil memandori (well, gak separah itu sih...kita cuma ngeliatin doang) mas-mas housekeeping mengganti seprai dan nonton Panji di Trans7. Gak lama, Ann tidur...nyenyak banget. Gue bengong...akhirnya sms-sms orang-orang...bahkan bikin pengakuan dosa tentang banyaknya intake gue hari ini via sms ke Zul, pelatih work out gue di gym. bego ya...hahahha.. Sambil nonton sinetron SOK agamis yang aneh banget, gue berniat gak makan malam. Ternyata... begitu Ann bangun, kita langsung mendiskusikan mau makan malam apa. Dan itu sudah jam 9 malam :)) kita turun ke restoran DM, dan makan malam deh...menu: bakso tahu kuah dan nasi goreng (demi nama baik para pihak, gak usah disebut siapa memesan apa. hehehe)

13 januari... Sarapan di DM, lalu ke Bogor buat jalan-jalan sambil menunggu waktu menjemput Din. Sudah diatur sedemikian rupa supaya makan siang menunggu kedatangan Din. Jadi, gerakan ganjal mengganjal dilakukan di Yoghurt Cisangkuy. Cukup mantap...batagor dan yoghurt grape dan strawberry (yang grape warnanya bikin jiper. Setara ama wantex bo'!). Setelah Din datang, langsung cari tempat makan. Gue harus mengakui bahwa kemampuan spasial Ann bagus. Dia mampu afal jalan-jalan kecil di Bogor. Kami makan di Taman Palem. Lagi-lagi menggila pesennya...dan abis :)) .

Ok...gue inget banget bahwa makan siang itu terjadi jam 3 - setengah 4. Tapi yang kami lakukan adalah segera balik ke DM untuk siap-siap makan malam di Cafe de daunan yang udah gue reserve jam 8 malam. Dan sebagai 'bibi tepat waktu', gue yang paling ribet dan cerewet supaya jangan sampe kita telat. hehehe...

Makan di de daunan pun herannya kami (KAMI??? Lo doang kali Tiek!!!) makan banyak. makan steak kalo gak salah...suasananya enak banget. adem, remang-remang, ada lagu-lagunya (kadang-kadang terdengar ancur sih), dan ada hiburan tambahan: kucing lari2 di atas pralonnya...hahahahahhaha. Sayang, steaknya keras...gak sesuai harapan. Mungkin itu sebabnya gue membunuh kekecewaan dengan pesen poffertjes dan fruit salad :))

14 januari...sarapan di saung dengan roti bakar. Minimalis sih...tapi karena rileks jadinya seneng aja. Saat itu Ann mentasbihkan gue sebagai orang yang 'not a morning person' . Alasan dia, muka gue jelek dan cranky banget kalo pagi :)). Sekitar jam 10 Ki, mas Dn dan Rad dateng!!! Rad itu lucuuuuu banget. Mukanya badung tapi gemesin. Rad dan mas Dn berenang sementara Ki ikutan leyeh2 di kamar.

Tante dan oom Au dan Aud datang menyusul..makan lagi...hihihi makan siang di DM dengan angin yang dahsyat banget...abis dari situ kami check out, dan lanjut ke Macaroni Panggang (MP ...hmm...jangan2 ini gue yang punya, karena inisialnya sama. hehehe). Di sana selain beli take out kita makan lagi donk. Gak mungkin nggak... :)) abis itu kita beli pisang dan...pulang :((

Relaksasi gila-gilaan yang gue lakukan akhir pekan itu, bersama sebagian sahabat terbaik gue, yang bikin gue seneeeeng banget. Dan sekarang gue kangen banget untuk mengulangnya. Jadi keinget jaman kuliah, saat kami masih melakukan banyak kesenangan tanpa beban (kecuali saat deadline tugas dan masa ujian).

Hhh.... Andaikan saja adulthood tidak mensyaratkan (antara lain) kemampuan menunda keinginan dan kemampuan menentukan prioritas, mungkin gue akan berlama-lama di sana :))

ARMANI, I looooooooooooooove you girls!!! Thanks for being my 'backbone' and the most reliable devil's advocate!!! :)

11 December, 2006

Das Leben der Anderen vs Deja Vu

Akhirnya Jiffest datang lagi. Tahun ini gue tidak seberuntung tahun lalu, yang berhasil dapet tiket untuk opening dan closing screening nya. Berkat keleletan diri sendiri dalam membeli tiket dan kesimpangsiuran jadwal penjualan tiket dari panitia, gue gagal nonton Babel (opening) dan Blackbook (closing).

Anyway...kemaren gue nonton The Lives of Others. Film Jerman yang mengambil setting Jerman Timur 5 tahun sebelum runtuh dan bersatu dengan Jerman Barat. Terbantu oleh teks Inggris, gue berhasil mengapresiasi film ini. Agak-agak ada spot yang terlewat karena badan kelewat lelah setelah menghajar diri di gym selama setengah jam.

Kurang lebih ceritanya seperti ini (sumber: website jiffest):
Five years before its downfall, the former East-German government cemented its claim to power with a ruthless system of control and surveillance. Captain Gerd Wiesler is ordered to collect evidence against the playwright Georg Dreyman and his girlfriend, the celebrated theater actress Christa-Maria Sieland. But he doesn’t anticipate that he will soon immerse himself in the subjects on whom he spies. The duty becomes an obsession to Wiesler, an obsession that lead hims to a more dangerous consequence.

Yang menarik di film ini: seorang ahli spionase, interogator handal yang paling ditakutin sama murid-muridnya, bisa tergerak hatinya. Entah apa yang bikin dia segitu ngototnya ngelindungin orang yang dia mata-matai sendiri. Ending film ini juga manis. * AWAS, SPOILER ALERT* : Si penulis mempersembahkan sebuah buku untuk Wiesler. Ketika Wiesler membeli buku ini, dan si penjaga toko nanya mau dibungkus kado apa nggak, Wiesler menjawab: No, it’s for me

Film di atas gue tonton sehari setelah nonton Deja Vu, film Amerika yang diproduseri oleh Jerry Bruckheimer yang menceritakan agen ATF yang menyelidiki peristiwa peledakan sebuah kapal Ferry. Mirip film Timeline, di film ini dimunculkan sebuah teknologi untuk bisa melihat ke masa lalu (tepatnya empat setengah hari yang lalu), bahkan untuk ‘mengirim’ item tertentu ke periode tersebut (mulai dari surat sampe orang). Ide yang menarik… dan mungkin. Berhubung manusia di dunia ini udah gak ketulungan pinternya, bukan gak mungkin teknologi ini akan ada (atau mungkin jangan-jangan udah ada???). Yang mengganggu dan bikin drop adalah endingnya. *SPOILER ALERT LAGI* Amerika sekali…seorang jagoan, bagaimanapun caranya harus dan pasti akan selamat dari maut, dan tetap jadi pahlawan. Yang membedakan cuma materialnya aja…kalo dulu jagoan selalu berhasil selamat dari api (settingnya keluar dengan slow motion dari mobil atau gedung yang terbakar, dengan efek asap-asap gitu), maka sekarang si jagoan berhasil dianggap hidup setelah tenggelam (logikanya dimanaaaa???)

Itulah yang membuat gue menikmati film Amerika untuk hiburan, sementara gue CINTA sama film Eropa untuk ditonton berulang-ulang. Kenapa? Falsafah bittersweet dan bloody truth nya itu lhooo….!!!!

The Date

It was a hot afternoon in a small coffeshop...

TUV: How's your date?
TRA: What date?
TUV: Oh, cut the crap!...the date...THE DATE...the one that you've always waited for!
TRA: That's not a date, we just had dinner.
TUV: Still...it's called a date
TRA: Look...when you have a date with someone, in my opinion, you should have a nice conversation, about yourselves, and at the end of the 'date' you will know the person better. Which...I didn't experience that on that dinner. What we had was a plain and standard conversation
TUV: But you did...have a good time, though?
TRA: Yes, I didn't say that I was stranded in a boring dinner. It was nice...but I didn't see any other dinner after that. It's the third dinner...and I don't see the forth...
TUV: Because....?
TRA: Because I never met him ever since...
TUV: NOPE! Wrong answer! Because you don't want to meet him afterwards!
TRA: Says who?
TUV: Come on! I know you since the beginning of you love life 'adventure'....I know that if you want to meet someone, you will pursue the person! Don't try to fool me.
TRA: Don't you think I change? I DO want to meet him.. but...I can't make him wanting to meet me
TUV: Hmm...while you both talking...you see each other's eyes, right???
TRA: Yes...why?
TUV: Did you see 'IT' in his eyes?
TRA: What?
TUV: Sparkles, stars, any hint that shows that he was in to you
TRA: Well...I don't know...maybe it's just my 'feeling' who wanted to see it...

Silence..........................................................

TRA: Maybe that's the reason!!!
TUV: What???
TRA: The reason why he's avoiding me
TUV: That is.....?
TRA: HE DID SEE SPARKLES IN MY EYES!!! and he's freaking out about it!
TUV: hehehe....it's sucks to be honest, right...?
TRA: hmmm..well, if that's the case, sorry, then. Who told him to look deep in my eyes that night?...hehehe

Both laughing....over honesty

28 September, 2006

5th of Ramadhan

Hari kelima....

Aku masih belajar untuk sabar
Aku masih belajar untuk menekan emosi supaya tidak naik ke permukaan
Aku masih belajar untuk mengalah
Aku masih belajar untuk menerima nilai yang dipegang oleh mayoritas walaupun menurutku nilai itu benar-benar tidak layak untuk dipertahankan

Hari kelima....

Aku belajar bahwa saat ini masih ada pikiran yang sempit
Aku belajar bahwa saat ini masih banyak pikiran yang berdasarkan pada untung dan rugi
Aku belajar bahwa saat ini ternyata perilaku suportif dan apresiatif bukan menjadi prioritas
Aku belajar bahwa saat ini batas antara menuntut hak dan tamak menjadi sangat tipis...

Hari kelima....

Setidaknya aku belajar sesuatu
Setidaknya aku masih merasa 'ada yang tidak benar'
Setidaknya aku masih punya 'alarm'
Alhamdulillah...

ps: Pembelajaran, seberapapun pahitnya, pasti akan berguna kok Tiek...percaya deh

08 September, 2006

Untuk Diwariskan....(kalau mau mewarisi)

Akhirnya, setelah lama enggan, salah satu sahabat saya, Ann, bersedia membagi alamat blognya untuk saya baca. Itupun tercetus setelah terjadi konsultasi akan masalah psikologis saya di Dairy Queen - Senayan City selama 1 jam. Di blog itu, ternyata sebagian dia membahas mengenai ke'garing'an saya dalam mebuat terjemahan-terjemahan ngaco untuk ungkapan-ungkapan dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Setelah saya baca, saya jadi sadar...ternyata saya punya beberapa koleksi terjemahan garing lainnya. Beberapa saya dapat dari teman-teman sepanjang hidup saya, terutama sejak sma sampai kuliah. Lucu juga untuk dibikin daftarnya di sini, supaya gampang untuk diwariskan kepada penerus saya (1 step to another...step 1: i have to have my own child, step 2: he/she is willing to inherit those bad jokes from me...hehehe).

Ok...ini yang teringat saat ini:

  1. Fun Fearless Female: Segerombol perempuan lucu dan tidak penakut
  2. Victoria's Secret (merk bra): Rahasia Victoria
  3. You're the meaning in my life, you're the inspiration (dari lagu You're the Inspiration - Chicago): Kau arti dalam hidupku, kau inspirasiku (coba baca sesuai dengan irama lagu sebenarnya, pasti terasa norak...hahaha)
  4. Especially for You (judul lagu): Spesial untukmu (sama seperti no. 3)
  5. Hard to say I'm Sorry (judul lagu): Susah minta maaf
  6. If I Fell (lagunya Beatles): Kalau aku jatuh
  7. ini kebalikannya --> Es lilin maah Ceuceu...kalapa muda: candle ice, sister... young coconut :))
  8. Get The Right Person on The Job (nama buku kuliah saya): Ambil orang sebelah kananmu
  9. Close to Heaven (lagunya Color Me Badd): mau mati... (serem ya, padahal lagunya romantis banget lho)
  10. Maybe it's you...maybe it's you...(dari lagu It Might be You - Kenny Loggins): Mungkin kamu...mungkin kamu...(seperti nomor 3. Hihihi...sumpah garing banget!!!)

Tingkat kelucuannya sih relatif, karena mungkin ada yang lucu bagi saya, gak lucu bagi yang lain. Tapi cerita dibalik saat kegaringan itu diciptakanlah yang berarti buat saya... Saat itu saya sedang tertawa, berbagi kelucuan unik dengan teman-teman yang mungkin cuma bisa dimengerti oleh kami yang terlibat saat itu. Tapi justru itu yang ngangenin...

Hhh...jadi emosionil lagi nih....

- siang, menjelang Management Meeting -

07 September, 2006

Doa Ibu

Doa ini gue dapet dari bulbo salah satu teman di friendster....

Ya Ghaffar, ya Rahim
Kau letakkan di rahim kami anak-anak negeri ini
Kau amanatkan diri-diri mereka pada lindungankasih-sayang kami
Kau percayakan jiwa-jiwa mereka pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka dengan dekapan cinta kami
Kau besarkan badan-badan mereka dengan aliran air susu kami

Tuhan kami,
Kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu
Kesibukan telah menyebabkan kami melupakan amanat-Mu
Hawa nafsu telah menyeret kami untukmenelantarkan buah hati kami
Tidak sempat kami gerakkan bibir-bibir mereka untuk berzikir kepada-Mu
Tidak sempat kami tuntun mereka untukmembesarkan asma-Mu
Tidak sempat kami tanamkan dalam hati mereka kecintaan kepada Nabi-Mu

Kami berlomba mengejar status dan kebanggaan, meninggalkan anak-anak kami dalam kekosongandan kesepian
Kami memoles wajah-wajah kami dengan kepalsuan, membiarkan anak-anak kami meronta dalamkebisuan

Kami terlena memburu kesenangan sehingga tak kami dengar lagi mereka menangis manja sambil memandang kami dengan pandangan cinta seperti dulu, ketika mereka mengeringkan air mata mereka dalam kehangatan dada-dada kami

Dosa-dosa kami telah membuat anak-anak kami menjadi pemberang, pembangkang, dan penentang-Mu
Dosa-dosa kami telah membuat hati mereka keras, kasar, kejam, dan tidak tahu berterima kasih

Sebelum Engkau ampuni mereka,
Ya Allah ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami
Ya Allah, berilah kami peluang untuk mendekap tubuh mereka dengan dekapan kasih sayang kami
Berilah kami waktu untuk melantunkan pada telinga mereka ayat-ayat Alquran dan Sunnah Nabi-Mu
Berilah kami kesempatan untuk sering menghadap-Mu dan memohon kepada-Mu seusai salat kami untuk keselamatan, kesejahteraan, dankebahagiaan anak-anak kami
Bangunkan kami di tengah malam untuk merintih kepada-Mu mengadukan derita dan petaka yang menimpa anak-anak negeri ini
Izinkan kami membasahi tempat sujud kami dengan air mata penyesalan akan kelalaian kami

Ya Allah, ya Jabbar, ya Ghaffar
Anugerahkan kepada para pemimpin kami kearifan untuk mendidik anak-anak negeri ini dalam kesalehan
Berikan kepada mereka petunjuk-Mu sehingga mereka menjadi suri teladan bagi kami dan anak-anak kami
Limpahkan kepada mereka perlindungan-Mu supaya mereka melindungi kami dengan keadilan-Mu
Jauhkan mereka dari kezaliman sehingga kami dapat mengabdi-Mu dengan tentram dan aman

Ya Rahman, ya Rahim
Indahkan kehidupan kami dengan kesalehan anak-anak kami
Peliharalah anak-anak kami yang kecil
Kuatkanlah anak-anak kami yang lemah
Sucikan kalbu mereka
Bersihkan kehormatan mereka
Sehatkan badan mereka
Cerdaskan akal mereka
Indahkan akhlak mereka

Gabungkanlah mereka bersama orang-orang yang bertakwa kepada-Mu,
yang mencintai Nabi-Mu, keluarganya yang suci, dan sahabatnya yang mulia
yang berbakti kepada orangtuanya
yang bermanfaat kepada bangsanya
yang berkhidmat kepada sesama manusia

Wahai Zat yang nama-Nya menjadi pengobat
yang sebutan-Nya penyembuhan
yang ketaatan-Nya kecukupan
sayangi kami yang modalnya hanya harapan dan senjatanya hanya tangisan

Kabulkanlah doaku...Amiiin....

22 August, 2006

Praying to God vs Playing God towards God

Manusia memang aneh....
Waktu merasa kedinginan, kita mengeluh dan secara gak sadar berdoa supaya dikasih rasa hangat.
Waktu kepanasan, mengeluh lagi dan (secara gak sadar juga) berdoa minta kesejukan (maunya apa sih..?).

Manusia sering gak tahu diri...
Saat kita minta petunjuk akan sesuatu, kita berdoa sedemikian rupa minta diberikan petunjuk sejelas-jelasnya, dengan dalih tidak cukup cerdas untuk menangkap petunjuk yang diberikan melalui tanda-tanda implisit...
Saat petunjuk itu diberikan, yang mana jawabannya unfavorable buat kita, kita (entah sadar atau nggak) berdoa lagi...masih minta petunjuk, but there is a twist at the end of the prayer.... we pray to God to change the answer...

(tertawa miris)...
Hey!!! you're not in the position to do some "PLAYING GOD" towards God!!! Instead of praying to God, you're trying to tell God what to do.

That's not how the business goes, my friend....!

God works in His own ways...just follow the path, enjoy the whole wonderful and sucks ride, find the reward at the end of the journey.
And THAT"S how the business goes...! :))

- a reflection on a very hot afternoon - (sumpah panas banget!!!)

14 July, 2006

Mencela

Dalam banyak hal, saya sangat suka humor. Saya belajar banyak joke dari teman-teman saya, yang walaupun tidak terlalu banyak untuk bisa dibilang sebagai Anak Gaul Jakarta. Tapi biar begitu...saya bersyukur punya banyak teman yang mengelilingi saya.

Kedekatan saya dengan teman-teman saya cukup seru dan unik. Sudah berkembang dengan sedemikian rupa sebuah 'komunikasi tak tertulis' di antara kami. Kami sudah terbiasa dengan simbol-simbol (apa maksudnya? nanti kita bahas). Kami sudah bisa membaca 'hal yang tersirat' dari setiap bentuk komunikasi, termasuk dalam hal cela-mencela. MENCELA SEBAGAI TANDA SAYANG sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kami.. :))

Tapi, humor dan celaan juga harus tahu lokasi, waktu dan tentu saja ... pihak orang yang menerima. Nah... kemarin saya mengalami kejadian tidak menyenangkan dengan seorang kenalan pada saat chatting. Saya belum bisa menyebutnya teman karena dalam kamus saya, di antara 2 orang teman ada respek dan rasa saling menghormati yang terjalin (ya, melalui simbol itu tadi). Sama kenalan yang ini...walaupun saya sudah mengenalnya cukup lama, entah kenapa respek dan rasa hormat itu belum tumbuh dalam diri saya. Saya belum merasa nyaman untuk benar-benar menjadi temannya.

Saya tidak mau menceritakan secara detil apa yang terjadi...malas, cuma akan membangkitkan rasa marah dan muak kalau saya ingat kejadian itu. Intinya, saya menerima perlakuan meremehkan dan melecehkan secara verbal (tulisan sih sebenernya) terhadap diri saya sebagai manusia dan sebagai perempuan. Pernyataan netral yang saya tulis di YM digunakannya untuk menyerang saya secara pribadi. Well....ngakunya sih becanda. Tapi ya itu, karena saya sudah terbiasa untuk menangkap simbol2 tak tertulis, saya bisa bilang bahwa dia intentionally menyerang saya.

Hhh....mungkin dia masih perlu banyaaaaaak belajar untuk menangkap simbol yang diberikan orang lain, supaya tidak menuai murka seperti yang dia terima dari saya. Bagaimana gak murka? sudah dikasih hint bahwa saya tersinggung dan memilih untuk bicara hal yang lain nih...instead of langsung minta maaf, dia malah menuduh saya payah...

... hahahaha (tertawa miris) ...